Visualisasi Data
Galeri Infografis
Informasi dan data statistik Kabupaten Tanah Bumbu yang disajikan dalam bentuk visual menarik dan mudah dipahami.
Sarana Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024
Pada tahun 2024, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki 5 puskesmas perawatan, 9 puskesmas nonperawatan, 7 puskesmas pembantu, 30 ambulans roda empat, 207 posyandu balita, 165 posyandu lansia, 149 pos kesehatan desa, 2 rumah sakit umum, dan 1 rumah sakit khusus. Persentase stunting tercatat sebesar 2,42 persen, menurun 1,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2024, terdapat 5.835 bayi lahir, dengan 3 bayi di antaranya lahir dengan kondisi gizi buruk. Sementara itu, umur harapan hidup penduduk mencapai 72 tahun untuk laki-laki dan 77 tahun untuk perempuan.
Profil Kependudukan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024
ada tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Tanah Bumbu tercatat sebanyak 343.336 jiwa, terdiri dari 177.772 laki-laki dan 165.564 perempuan. Berdasarkan agama, penduduk didominasi oleh Islam sebanyak 328.851 jiwa, diikuti Hindu 8.284 jiwa, Kristen 5.082 jiwa, Katolik 3.888 jiwa, Budha 97 jiwa, dan Khonghucu 19 jiwa. Dilihat dari struktur umur, kelompok usia 25–44 tahun merupakan yang terbanyak dengan 113.079 jiwa, disusul usia 45 tahun ke atas 81.666 jiwa, 5–14 tahun 68.261 jiwa, 15–24 tahun 55.741 jiwa, dan 0–4 tahun 27.589 jiwa. Kepadatan penduduk tertinggi berada di Kusan Hilir sebesar 462,39 jiwa per km², sedangkan terendah berada di Teluk Kepayang sebesar 7,85 jiwa per km².
Kondisi Ketenagakerjaan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024
Pada tahun 2024, jumlah pencari kerja terdaftar di Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 2.414 orang, terdiri dari 1.953 laki-laki dan 461 perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, pencari kerja didominasi lulusan SLTA sebanyak 1.565 orang, disusul S1 sebanyak 201 orang, D3 sebanyak 164 orang, dan SLTP sebanyak 34 orang. Kondisi ketenagakerjaan menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,37 persen dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 67,35 persen, sementara tingkat ketidakaktifan penduduk usia kerja tercatat 32,65 persen.
Capaian Pembangunan Gender dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2023
Pada tahun 2023, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kabupaten Tanah Bumbu tercatat sebesar 0,557, mengalami penurunan 0,013 poin dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 0,570. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya ketimpangan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan. Sementara itu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2023 mencapai 85,74, meningkat dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 85,31, mencerminkan adanya perbaikan capaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki. Pada aspek perlindungan anak, Indeks Perlindungan Anak (IPA) tercatat sebesar 62,46 persen pada tahun 2023, sedikit menurun dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 63,12 persen, sehingga masih diperlukan penguatan upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
Potret Perlindungan Anak dan Capaian Keluarga Berencana Kabupaten Tanah bumbu Tahun 2024
Tahun 2024 menunjukkan tantangan besar dalam perlindungan kelompok rentan, di mana kekerasan terhadap anak menjadi kasus tertinggi dengan total 25 kejadian, disusul 9 kasus kekerasan pada perempuan. Kondisi ini menuntut penguatan pengawasan sosial yang lebih ketat untuk menciptakan lingkungan yang aman. Sementara itu, program pengendalian penduduk mencatat keberhasilan dengan partisipasi KB Aktif mencapai 70,71%. Metode Suntik (25.005) dan Pil (11.891) tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Meski angka partisipasi tinggi, keterlibatan pria (MOP) masih sangat minim, menunjukkan bahwa beban perencanaan keluarga masih didominasi oleh perempuan. Singkatnya, fokus ke depan adalah menekan angka kekerasan pada anak serta mendorong keseimbangan partisipasi gender dalam program Keluarga Berencana.
Transformasi Kemandirian Desa di Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024
Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan daerah melalui langkah strategis dan peningkatan kualitas tata kelola desa. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 19 desa melakukan proses pemekaran sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Keberhasilan pembangunan ini juga tercermin dalam klasifikasi Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2023. Dari total desa yang ada, 77 desa berstatus Desa Maju dan 39 desa telah mencapai status Desa Mandiri, yang berarti desa-desa tersebut telah memiliki infrastruktur memadai, aksesibilitas mudah, serta pelayanan publik yang sangat baik. Sisanya, sebanyak 36 desa berada pada status Berkembang, sementara angka desa tertinggal dan sangat tertinggal berhasil ditekan hingga nol (0). Capaian ini menegaskan bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terus bergerak maju menuju kesejahteraan masyarakat yang merata melalui kemandirian desa.
Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan Tahun 2024
Pada tahun 2024, panjang jalan di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 2.066,92 km, yang didominasi oleh kondisi baik sepanjang 945,32 km, diikuti rusak berat 923,26 km, sedang 168,43 km, dan rusak 29,92 km.
Produksi Padi Tahun 2024
Produksi padi di Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2023–2024 relatif stabil, yakni 39.071 ton GKG (2023) dan 39.007 ton GKG (2024). Komoditas utama yang diusahakan meliputi kelapa sawit, karet, padi sawah, sapi potong, dan ayam kampung, dengan populasi ternak didominasi unggas. Sebagian besar lahan pertanian merupakan sawah aktif (62,75%), sementara 37,25% lainnya merupakan lahan potensi.
Jumlah Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2024
Pada tahun 2024, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Tanah Bumbu tersebar di seluruh kecamatan, dengan jumlah tertinggi di Kusan Hilir (591 unit) dan terendah di Teluk Kepayang (72 unit). Pada tahun yang sama, telah dilakukan penanganan RTLH sebanyak 312 unit, yang didanai melalui APBD I (10 unit) dan APBD II (302 unit).
Rumah Tangga Perikanan
Pada tahun 2024, terdapat 4.402 rumah tangga perikanan di Kabupaten Tanah Bumbu, dengan 44% berlokasi di Kecamatan Kusan Hilir. Total produksi perikanan mencapai 52.659 ton, yang didominasi perikanan laut sebesar 43.561 ton (82,72%), sementara perairan umum dan budidaya menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2023.
